Solidnya Idzes
Seperti apa performa Jay Idzes saat bermain untuk Sassuolo di Serie A?

Jujur, Indonesia tidak pernah kehabisan stok bek tengah kokoh. Sedari Charis Yulianto hingga Hansamu Yama ataupun Kadek Arel kini, stok talenta kita seakan tidak pernah habis. Perawakan tinggi besar, kuat dalam duel dan fighting spirit yang tidak pernah padam biasanya menjadi ciri utamanya dulu. Kini, para bek pun dituntut untuk lihai mengolah bola juga.
Jay Idzes adalah itu semua. Ia simbol kokohnya pertahanan Timnas Garuda. Lautaro Martinez, Rasmus Hojlund, Romelu Lukaku adalah para striker dengan kualitas jempolan yang ia hadapi setiap minggunya di Serie A.
Bagaimana penampilannya?
Situasi Klub
Jay Idzes pindah dari Venezia ke Sassuolo di awal musim 2025/26 ini. Berdasar data Transfermarkt, Jay selalu bermain 90 menit sejak pekan ke-2 Serie A. Bersama kiper Arijanet Muric, ia adalah pemain dengan menit bermain terbanyak musim ini.
Hingga pekan ke-30, Sassuolo ada di papan tengah dengan bertengger di peringkat 10 klasemen sementara. Namun, performa defensifnya bisa dibilang tidak terlalu baik. Jumlah xGA (Expected Goal Against) atau potensi kebobolan dari peluang lawan ada di lima besar terbawah dengan 42.91 xGA. Sassuolo juga menerima tembakan terbanyak ke-4 (419 tembakan) dan terbanyak ke-2 dalam menghadapi tembakan ke gawang (148 tembakan).



Meskipun relatif lebih banyak diserang, jumlah kebobolan Sassuolo “hanyalah” tertinggi ke-9.
Aksi Defensif
Sassuolo bertahan relatif lebih dalam dan lebih pasif dibandingkan tim-tim lainnya di Serie A. Dalam sistem bertahan ini, Jay banyak dituntut untuk menjadi bek tengah tradisional yang fokus dalam aksi bertahan. Ia berduet dengan Tarik Muharemovic sebagai bek tengah kiri dalam menggalang pertahanan Sassuolo.

Pitch Impact Map di atas menunjukkan bagaimana pengaruh pemain tersebut pada zona tertentu di lapangan. Semakin hijau berarti semakin positif sementara semakin merah berarti semakin negatif. Jay Idzes bisa dibilang lebih berpengaruh di area sendiri, utamanya di dalam area tengah kotak penalti. Sisi half space kanan juga di depan kotak penalti juga relatif bisa dipengaruhi dengan positif oleh Jay Idzes.
Uniknya, Jay relatif tidak banyak menang duel udara maupun tekel di wilayah tersebut. Hasilnya, ia malah justru harus clearance, block ataupun intercept serangan lawan.

Kemampuan interception Jay berawal dari pembacaan permainan yang baik dan diikuti dengan pemosisian dan timing yang tepat pula. Pada tiga klip pertama berikut, ia menebak jalur passing dari lawan dan bereaksi lebih cepat oleh karenanya.
Dalam klip-klip selanjutnya, Jay punya ketenangan untuk tidak langsung merebut bola secara agresif dan memilih menunggu lawan untuk melepaskan umpan atau tembakan. Kemampuan tersebut membuatnya bisa melakukan blok kepada serangan lawan.
Passing
Sebagai mantan gelandang, piawai dalam passing adalah salah satu kemampuan utama Jay Idzes. Tidak hanya untuk mengalirkan bola secara lateral tapi juga untuk menciptakan progresi.
Pada klip di atas, Jay melakukan dua kali percobaan umpan progresif kepada winger di sisi kanan Sassuolo ketika ada ruang terbuka pada koridor tersebut. Pemilihan dan bobot umpannya pun tepat. Ketika lawan sedikit keluar dari posisi normalnya, Jay memilih melakukan umpan lambung untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini. Ketika posisi lawan sejajar dengan penyerang tapi rapat ke tengah, ia memilih melakukan umpan mendatar.

Grafik di atas cukup menjelaskan betapa progresifnya umpan-umpan Jay meskipun jumlahnya relatif tidak banyak. Meskipun begitu, akurasi umpan progresifnya masih di atas rata-rata bek tengah Serie A.
Satu hal menarik lainnya adalah jumlah passing diagonalnya. Dengan Sassuolo yang bermain dengan skema build up pendek, besar kemungkinan yang dilakukan Jay adalah untuk keluar dari pressing lawan.
Dribbling

Layaknya Maguire di Manchester United sebagai ball-carrying defender, Jay pun melakukan hal ini di Sassuolo. Sejauh ini, perannya adalah membawa bola ke middle third tapi tidak sampai ke final third. Presentasenya pun ada di atas rata-rata bek tengah Serie A lainnya. Idzes juga beberapa kali berhasil melakukan dribbling melewati lawan di middle third hingga final third.
Penutup

Jay Idzes adalah sebuah contoh bek modern yang piawai dalam menjalankan perannya. Kualitasnya dalam interception dan block menutupi kelemahannya dalam duel maupun tekel. Secara ofensif, kemampuan Jay cukup lengkap dari passing hingga dribbling. Sebuah karakteristik permainan yang fleksibel dan bisa menyesuaikan dengan skema pelatih.
Kita beruntung punya Jay.
Dari Tepi,
23 Maret 2026
Key Metrics · per 90
Baca Juga
Kontrol Milik Siapa?
Match Review Bhayangkara vs Persebaya - Pekan 1 BRI Super League 2026/27
QA: Viz Image Upload Test
Verifies an uploaded vizImage renders full-size and uncropped on the Data Viz detail page.
QA: Tableau Embed Test
Verifies a Tableau Public embed renders as a sandboxed iframe on the Data Viz detail page.