Player
Player2026 WCQSeason 2025/26Timnas Indonesia

Bakarbessy, Kini

Bagaimana peran dan permainan Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach?

Oleh TepianLapang Editorial
Competition
2026 WCQ
Season
2025/26
Type
Player
Published
22 Mar 2026
Timnas Indonesia

Namanya sudah tercatat di buku sejarah Timnas Indonesia & Bundesliga. Ia adalah pemain Indonesia pertama, kapten asal Indonesia pertama, dan pencetak gol pertama asal Indonesia di Bundesliga.

Bakarbessy, namanya.

Sebagai bek serbabisa, Kevin Diks pernah dimainkan sebagai bek tengah, bek kiri, hingga bek kanan dalam skema Eugen Polanski. Namun, sebagian besar waktunya ia habiskan sebagai bek tengah.

Seperti apa kiprahnya?

Peran

Kevin Diks sebagai bek tengah kiri dalam skema build up pendek berperan untuk mengalirkan bola ke middle third. Sebagaimana disebutkan oleh Jan-Ole Heck, analis Borussia Mönchengladbach, di sini, kualitas utama Kevin Diks adalah saat menguasai bola terutama kualitas passing dan juga kemampuan menghadapi situasi 1v1.

Kevin Diks sangat berperan dalam set piece sebagai salah satu finisher dalam skema tendangan sudut dan juga eksekutor tendangan penalti Mönchengladbach. Sejauh ini, ia mencetak 4 gol dari 4 kesempatan penalti.

Passing

Ada beberapa hal yang bisa diambil dari grafik di atas yaitu:

  1. Dari peta passing, bisa dilihat bahwa daerah operasi Kevin Diks mayoritas ada di sisi kiri dengan keterlibatan dari fase build up hingga ke middle third.
  2. Selain gol, pengaruh Kevin Diks di sepertiga akhir relatif tidak sebanyak kontribusinya di fase sebelumnya. Persentase passing to final third hanyalah 6.5% dari total keseluruhan passingnya. Ini menempatkan Diks sedikit di bawah rata-rata bek tengah Bundesliga lainnya.
  3. Secara volume passing, Kevin Diks adalah bek modern yang bisa mengalirkan bola ke depan dan menciptakan peluang berbahaya. Persentil forward passes, long passes dan open play xA (expected assist) ada di atas rata-rata bek tengah Bundesliga.
  4. Kevin Diks punya akurasi passing yang bagus dari semua tipe passing.

Ini menekankan bahwa kemampuan passing yang dimiliki Kevin memang menjadi andalannya. Senada dengan apa yang dikatakan oleh analis Borussia Mönchengladbach.

Defense 1v1

Sebagai bek, kemampuan satu lawan satu wajib hukumnya dipunyai. Dalam situasi pada klip di atas, Kevin Diks mengarahkan tubuhnya untuk menutup ruang di sisi kiri lawan dan mendekatkan lawan kepada garis out lapangan. Dengan lawan yang terhimpit di garis out, Diks bisa mengurangi ruang eksplorasi winger tersebut. Pada akhirnya, bola berhasil direbut oleh Kevin Diks.

Secara statistik, Kevin Diks termasuk pemain yang lumayan sering memenangkan duel udara ataupun tekel di areanya. Pada koridor sayap kiri, 60% dari duelnya berhasil ia menangkan. Namun, Kevin Diks belum sedigdaya itu di half space kiri dan kotak penalti.

Ancaman Set Piece

Selain kemampuan eksekusi penaltinya, Kevin Diks juga merupakan salah satu finisher dalam skema set piece. Dari klip di atas, yang patut dicermati adalah bagaimana Kevin Diks menciptakan sebuah jarak antara dia dan lawan yang menjaganya. Kevin memprediksi posisi jatuhnya bola dan menghampiri posisi tersebut. Ketika jarak tersebut terbentuk, ia leluasa untuk melepaskan sundulan ke gawang meskipun belum tepat sasaran.

Dari grafik di atas juga bisa dilihat bahwa 67% dari tembakan Kevin Diks berasal dari sundulan. Oleh karena itu, tidak heran jika metrik xG (Expected Goals) Kevin terbilang di atas rata-rata.

Penutup

Kevin Diks adalah sebuah contoh bek modern yang mampu mengalirkan bola ke depan dan juga menciptakan peluang bagi timnya. Seorang arketipe bek dengan kemampuan defensif dan ofensif sama baiknya. Dalam sebuah tim bergaya ofensif, keberadaan Kevin Diks krusial dalam menjaga keseimbangan tersebut.

Dari Tepi,

22 Maret 2026

Key Metrics · per 90

Baca Juga