Match
MatchBRI SUPER LEAGUESeason 2025/26PSIMDewa United

Siasat Mataram

Ulasan Pertandingan Pekan ke-9 BRI Super League 2025/26: PSIM Yogyakarta vs Dewa Untied

Oleh TepianLapang Editorial
Competition
BRI SUPER LEAGUE
Season
2025/26
Type
Match
Published
28 Okt 2025
PSIM

Derby Belanda, katanya.

Duel dua tim yang ditukangi pelatih Belanda berakhir 2-0 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta. Nermin Haljeta mencetak 2 gol lewat 2 assist Ezequiel Vidal dan Fahreza Sudin melepaskan 2 pre-assist kepada Vidal. Dua gol dengan skema yang hampir mirip.

Bagaimana jalannya pertandingan?

Siasat Build Up PSIM

Berbeda dengan biasanya, fase build up PSIM tidak lagi menggunakan 3 bek dan 2 gelandang. Kali ini, mereka memulai serangan dengan 4 bek dan 2 gelandang. Reva yang biasanya stay di belakang justru punya kebebasan untuk overlap di sayap kiri. Ini membuat Corfe tidak perlu turun jauh dan tetap bisa menjaga depth dari serangan PSIM. Di sayap sebaliknya, Raka yang biasanya naik jauh ke lini serang malah masuk ke tengah untuk berotasi dengan Ze Valente ataupun Ezequiel Vidal.

Skema build up ini punya tiga tujuan:

  1. Menang jumlah di lini pertama & kedua untuk keluar dari tekanan Dewa.
  2. Menjaga depth serangan dengan merenggangkan jarak antar lini Dewa.
  3. Mengeksploitasi gap di sayap dan juga koridor tengah.

Klip di atas menunjukkan dengan jelas skema tersebut. Ada rotasi dari Raka & Ze, lalu Reva yang punya positioning strategis bisa melepaskan diri dari pressing lini pertama Dewa United. Ia punya ruang luas untuk dieksploitasi karena jarak Jaja dan 2 gelandang lainnya jauh, Begitu pula dengan backline Dewa yang menjaga sangat dalam dan rapat.

Tujuan utamanya adalah untuk masuk ke sepertiga akhir lewat sisi kiri lawan yang ditempati Edo Febriansyah. Maka dari itu, Reva melepaskan umpan lambung ke sisi yang berlawanan dan diterima oleh Ezequiel Vidal. Meskipun kalah jumlah, koridor sayap tetap terbuka karena lini belakang Dewa yang sangat rapat. Ketika Vidal menguasai bola, lihat berapa orang yang berlari ke arah ruang kosong di kiri.

Ya, tiga.

Eksploitasi Sayap Kiri Dewa

Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Edo yang sering keluar dari posisinya membuat lini belakang Dewa tidak balanced dan membuka ruang dari arah dia datang. Meskipun Jaja mencoba melakukan cover, ruang ini masih bisa dieksploitasi oleh pemain PSIM.

Ketika Vidal berhasil mengalahkan Edo dalam satu lawan satu, ia dapat mengakses ruang di belakang Edo kemudian melakukan cut inside. Di saat yang sama, Ze Valente bergerak ke arah ruang tersebut untuk masuk ke kotak penalti. Sayangnya, pergerakan tersebut tidak berujung tembakan ke gawang Dewa United.

Pada klip di atas, PSIM mengakses lini serang melalui long ball yang sempat jatuh di kaki Jaja namun dapat direbut kembali oleh Fahreza. Rahmatsho bergerak ke depan memulai serangan balik dan didukung oleh empat pemain lainnya. Ketika bola dikuasai oleh Vidal & Edo mendekat ke arahnya, di situlah ruang di kiri terbuka kembali. Melalui umpan Ze & kurang sempurnanya clearance dari Edo, Vidal bisa melakukan tembakan ke gawang.

Ruang inilah yang digunakan oleh PSIM untuk menaklukkan Dewa United. Ketika pertahanan Dewa renggang karena bek kiri yang out of position, ruang di antara bek tengah dan bek kiri dieksploitasi oleh penyerang PSIM untuk kemudian mencetak gol.

Fahreza Sudin lewat pergerakan dan passingnya berhasil melepaskan 2 pre-assist kepada Ezequiel Vidal di sayap kanan. Assist dari Vidal disambut oleh pergerakan Haljeta yang berhasil menyarangkan dua gol sore itu.

Pertahanan Rapat

Secara umum, PSIM bertahan dengan blok medium 1-4-2-3-1 atau 1-4-2-4 dengan kedua winger dan Fahreza sejajar striker. Pergerakan kedua gelandang tengah Dewa, Jaja & Messidoro, adalah penentu posisi Fahreza saat bertahan. Jika keduanya ada di luar blok pertahanan PSIM, maka ia akan berdiri sejajar Haljeta. Namun, jika salah satu atau keduanya masuk ke tengah, Fahreza akan sedikit mundur di belakang Haljeta.

Ketika bola masuk area tengah, di situlah trigger kepada pemain PSIM untuk merebut bola sesegera mungkin yang dimulai oleh Fahreza. Seperti pada klip berikut di detik ke-16 hingga ke-21, Fahreza memulai pressing ketika Nick Kuipers melepaskan passing ke Jaja yang ada di dalam blok pertahanan PSIM.

Keberhasilan PSIM mencegah Dewa untuk masuk lewat tengah adalah salah satu faktor permainan Dewa yang kurang berkembang. Apalagi, sayap-sayap Dewa masih belum menemukan komposisi dan permainan terbaiknya.

Kesimpulan

Siasat serangan PSIM dengan mengubah skema build up & mengeksploitasi sisi kiri Dewa adalah langkah menarik yang dilakukan saat mengalahkan Dewa. Ditambah dengan pertahanan yang rapat, penampilan PSIM tampak semakin lengkap.

Kali ini, Derby Belanda milik Yogyakarta.

Dari Tepi,

28 Oktober 2025

Key Metrics · per 90

Baca Juga