Permainan Numerik Arema
Pratinjau Pertandingan Pekan ke-5 BRI Super League 2025/26: Arema vs Dewa United

Usut tuntas Kanjuruhan.
Sore nanti adalah lawatan pertama Dewa United ke Kanjuruhan setelah tragedi nahas tiga tahun lalu. Dalam lima duel terakhir, Dewa United dua kali menang, dua kali imbang dan sekali kalah. Namun, kini situasinya berbeda. Arema tidak pernah kalah di empat pertandingan awal dan bertengger di peringkat ketiga klasemen. Sementara Dewa United hanya bisa meraih sekali kemenangan dan tiga kali kekalahan yang membuat mereka ada di dasar klasemen.

Statistik

Secara karakter, Dewa United adalah tim yang dominan dengan penguasaan bola. Jumlah passing, akurasi passing dan presentasi penguasaan bola Dewa United merupakan yang tertinggi di Super League musim ini. Tidak mengagetkan jika mereka juga paling baik dalam tidak membiarkan lawan menguasai bola terlalu banyak. Dewa pun relatif lebih unggul dalam jumlah tembakan yang dilepaskan (persentil ke-71 vs persentil ke-29).
Namun, Arema punya efisiensi tembakan dan jumlah gol di atas rata-rata. Dalam situasi defense, Arema relatif lebih bisa menjaga gawang mereka dari kebobolan (persentil ke-82 vs persentil ke-12) dan efisien dalam menahan tembakan lawan (persentil ke-82 vs persentil ke-53).
Apa saja yang perlu diwaspadai dari Arema?
Lavolpiana Build Up
Arema memulai serangan dengan struktur 1-3-2-5. Gelandang bertahan bergerak mundur sejajar dua bek tengah yang bergerak keluar membuka kelebaran dan membuat struktur 3 bek sementara. Ini yang disebut “Salida Lavolpiana”, sebuah taktik yang dipopulerkan oleh pelatih legendaris timnas Meksiko asal Argentina, Ricardo La Volpe. Ini bertujuan untuk menciptakan situasi menang jumlah di lini pertama build up. Di saat yang bersamaan, ini memberikan kebebasan kepada dua bek sayap untuk maju dan menjaga kelebaran dalam menyerang.
Di lini terakhir, lima pemain mengisi semua koridor lapangan. Kedua bek sayap ada di area sayap, dua winger ada di ruang apit (half space) dan striker di koridor tengah. Dengan blok pertahanan lawan yang rapat, ini membuka ruang di koridor sayap dan memungkinkan Arema untuk menciptakan situasi menang jumlah.
Seperti saat melawan Bhayangkara FC, Arema mampu menciptakan situasi 4 v 3 di sayap kanan setelah mengoper bola di sekitar blok pertahanan lawan. Bek tengah (Blade) yang membuka kelebaran menggiring bola melewati garis tengah dan mengoper kepada striker (Dalberto) yang turun untuk menyediakan opsi progresi. Pergerakan ini mengacaukan blok pertahanan Bhayangkara.
Tujuan utama Arema adalah memasuki area sepertiga akhir melalui koridor sayap. Tidak hanya melalui umpan pendek, ini juga dimungkinkan dengan melepaskan switch play.

Masih di laga melawan Bhayangkara FC, winger (Paulinho) dan bek (Alfarizie) melakukan counter movement di sisi kiri untuk membuka kesempatan melakukan switch play. Paulinho turun menjemput bola dari bek tengah sementara Alfarizie akan bergerak maju mengisi koridor sayap. Di situasi ini, Arema benar-benar memanfaatkan seluruh pemainnya saat menyerang dengan kiper sebagai pemain tambahan saat build up.

Bayu Setiawan sebagai bek kanan menjaga kelebaran di sisi sayap mampu menerima umpan dari Paulinho yang kemudian diteruskan kepada Betinho di tengah. Di momen selanjutnya, Betinho melakukan switch play ke koridor sayap kiri di mana Dalberto berada. Dengan sedikit dribbling, Dalberto merangsek masuk ke kotak penalti lalu dilanggar oleh pemain Bhayangkara yang berujung gol penalti.

Mengutip Marcelo Bielsa, switch play ini sangat efektif untuk memporakporandakan blok pertahanan lawan karena kecepatan perpindahan bola lebih cepat daripada pergerakan defense lateral dari blok lawan.
Rest Defense Kuat
Selain penyerangan, kekuatan Arema juga terletak pada struktur rest defense. Setidaknya ada 4 pemain Arema yang bersiap untuk menahan serangan balik lawan. Dua gelandang tengah juga rajin untuk bergerak turun. Jika tidak bisa menciptakan peluang dengan cepat, pertahanan Arema mampu menetralisir serangan balik lawan.
Trio Brazil: Betinho, Paulinho, Dalberto
Ketiga pemain tersebut adalah kunci dari permainan Arema. Betinho adalah pemain dengan jumlah passing tertinggi kedua setelah bek tengah (Luiz Gustavo). Perannya vital dalam build up Arema karena dialah gelandang tengah yang sering turun di antara dua bek dan melepaskan umpan progresi ke tengah ataupun langsung ke sayap.
Paulinho adalah pemain dengan penciptaan peluang tertinggi saat ini dengan 4 peluang. Ia bergerak di ruang apit (half space) maupun koridor sayap kiri dan mampu melepaskan umpan-umpan maupun tendangan berbahaya dari situ.
Terakhir, Dalberto adalah pencetak gol terbanyak sementara Arema dengan 6 gol. Ia adalah tipe striker pintar dengan pengambilan keputusan jempolan. Ia tahu kapan harus menahan bola, kapan harus dribbling ataupun melepaskan tembakan.
Permainan Numerik
Pertandingan sore nanti bukan laga yang mudah untuk Dewa United. Banyak yang harus diwaspadai dari cara bermain Arema. Penting untuk Dewa dalam mencegah Arema punya keunggulan numerik di depan maupun di sisi sayap. Saat serangan balik, keputusan yang diambil juga wajib cepat dan tepat. Memanfaatkan keunggulan numerik di tengah mungkin bisa jadi cara Dewa mencuri gol dari Kanjuruhan.
Melawan Arema adalah permainan numerik. Namun, Kanjuruhan bukan permainan numerik. Seratus tiga puluh lima adalah nyawa tak bersalah yang hilang begitu saja. Usut tuntas.
Sabtu, 13 September 2025
Key Metrics · per 90
Baca Juga
Kontrol Milik Siapa?
Match Review Bhayangkara vs Persebaya - Pekan 1 BRI Super League 2026/27
QA: Viz Image Upload Test
Verifies an uploaded vizImage renders full-size and uncropped on the Data Viz detail page.
QA: Tableau Embed Test
Verifies a Tableau Public embed renders as a sandboxed iframe on the Data Viz detail page.