Match
Match2026 WCQSeason 2024/25Timnas Indonesia

Kilas Balik Garuda Eps 1: Indonesia vs Brunei

Kilas balik perjalanan Timnas Indonesia di Ronde 1 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Oleh TepianLapang Editorial
Competition
2026 WCQ
Season
2024/25
Type
Match
Published
20 Okt 2025
Timnas Indonesia

Perjalanan Timnas Indonesia sangatlah panjang. Pertama kali bangsa Asia Tenggara bisa tampil hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia. Sayang, mimpi belum bisa terwujud kali ini. Next time, kita coba lagi.

Mari menikmati lagi performa Timnas melalui segmen Kilas Balik Garuda. Mencoba menelaah sebuah perjalanan historis dari kacamata taktikal. Episode 1 membahas pertandingan melawan Brunei di Gelora Bung Karno pada tanggal 12 Oktober 2023 yang berakhir dengan skor 6-0 untuk Indonesia.

Setup Formasi

Di atas kertas, Timnas Indonesia tampil dengan formasi 4-2-4. Nadeo Argawinata sebagai GK ditemani duet bek tengah Rizky Ridho & Elkan Baggott. Di posisi bek sayap, ada Asnawi Mangkualam & Pratama Arhan. Dua gelandang tengah diisi oleh Marc Klok & Sandy Walsh. Di lini depan, Saddil Ramdani & Dendy Sulistyawan beroperasi sebagai winger untuk menopang duet striker Dimas Drajad & Hokky Caraka.

Salah satu hal menarik adalah perbedaan pergerakan pemain di kedua sisi sayap baik dari bek sayap maupun winger. Di kiri, Pratama Arhan lebih berperan dalam menjaga kelebaran dengan bermain di area flank. Sementara itu, Dendy Sulistyawan lebih banyak bermain di ruang apit atau half space. Berkebalikan dengan sisi kiri, Asnawi bermain masuk ke tengah sebagai gelandang tambahan sementara Saddil Ramdani menjaga kelebaran di flank kanan.

Sandy Walsh yang serbabisa dan biasanya bermain sebagai bek kanan justru diplot sebagai gelandang bertahan. Secara alamiah, ia bertugas menjaga pertahanan ketika Marc Klok berpetualang ke zona lain lapangan. Hadirnya Asnawi sebagai gelandang tambahan juga mengubah dinamika sektor tengah Indonesia saat fase menyerang.

Seperti apa?

Pergerakan Cair Saat Build Up

Di dalam fase ini ada beberapa tipe pergerakan seperti:

  1. Asnawi masuk ke tengah, Sandy Walsh ke sayap

Pergerakan Asnawi memberikan keseimbangan kepada lini tengah skuad Garuda. Ia menempatkan diri di antara kedua bek tengah dan menjadi penghubung antara Walsh yang bergerak ke sayap kanan dan Klok di sayap kiri. Ini adalah struktur baku dalam fase menyerang 3-2-5.

Walsh di sisi kanan bisa melakukan progresi kepada winger di koridor sayap maupun kepada striker yang turun untuk menjemput bola sebagai opsi sirkulasi. Marc Klok pun demikian di sisi kiri. Ia bisa melakukan progresi kepada Arhan yang menempati koridor sayap kiri.

Di sepertiga akhir, hadirnya Asnawi di tengah membuat Walsh bisa melakukan overlap di dekat kotak penalti dan memberi opsi sirkulasi kepada pemegang bola. Ia juga mampu membebaskan Sandy untuk menjadi pemain kelima Indonesia di dalam kotak penalti Brunei.

Dengan peran sebagai gelandang, skill passing Asnawi dapat dimanfaatkan dengan lebih baik dalam menciptakan peluang. Kemampuannya bisa dilihat dari gol pertama Timnas yang dimulai dari umpannya ke tiang jauh kepada Hokky yang kemudian menyundul bola sebelum bola muntah jatuh di hadapan Dimas Drajad.

2. Klok ke sayap kiri, Walsh cover tengah, Asnawi di ruang apit kanan

Pergerakan ini membebaskan Arhan untuk naik menjelajah koridor sayap kiri, tujuan utama serangan Timnas Indonesia di babak pertama. Melawan pertahanan blok rendah Brunei, ini bertujuan untuk meminimalisasi selisih jumlah pemain di sepertiga akhir.

Dengan Klok melebar ke koridor sayap kiri, maka ruang apit kiri di middle third terbuka yang akhirnya ditempati oleh bek tengah kiri, Elkan Baggott. Ketika Hokky turun untuk link-up, Arhan naik ke posisi Hokky dan berada di sekitar kotak penalti Brunei. Lagi-lagi, opsi di sisi kiri terbuka ketika Dendy berhasil lepas dan sendirian mengeksploitasi ruang di belakang lini Brunei. Sayang, di kedua kesempatan tersebut, crossing Timnas masih bisa dihalau oleh lawan.

Dari 2 tipe pergerakan ini, maksud Timnas adalah untuk punya keseimbangan saat menyerang dan bertahan melawan tim dengan blok rendah. Ini dimungkinkan dengan hadirnya pemain multiposisi seperti Sandy Walsh dan Asnawi Mangkualam.

Dengan struktur 3-2-5, saat lawan melakukan counter attack, ada proteksi dari gelandang kepada lini terakhir Timnas. Hadirnya Asnawi di tengah juga memperkuat rest defense Timnas dengan kecepatan yang ia miliki. Saat menyerang, pemain Timnas bisa menempati seluruh koridor lapangan di sepertiga akhir yang memungkinkan adanya kombinasi. Namun, umpan kombinasi tersebut jarang terlihat di babak pertama.

Babak Kedua: Hidupnya Ruang Apit

Minimnya kombinasi di ruang apit mungkin menjadi alasan masuknya Ricky Kambuaya & Witan Sulaeman setelah jeda antar babak. Keduanya adalah tipe pemain yang bisa mencari celah di ruang antar lini maupun antar pemain. Dengan lawan yang bertahan low block, kemampuan mereka mengolah bola dalam ruang-ruang sempit diharapkan bisa mempermudah usaha membongkar pertahanan lawan. Apalagi, keduanya diberi kebebasan untuk bergerak ke mana saja. Witan, winger kiri di atas kertas, bisa bergerak ke kanan. Ia pun bisa turun ke lini tengah untuk menjaga keseimbangan dengan karena pergerakan Kambuaya yang naik ke ruang apit kiri.

Eksploitasi ruang ini jadi hal baru yang tampak di babak kedua. Dari video di atas, Asnawi beberapa kali menemukan Witan di ruang tersebut meskipun tidak berujung peluang. Dengan perubahan tersebut, permainan Asnawi menjadi sedikit berubah. Ia tampil seperti bek kanan murni dan tidak banyak masuk ke tengah seperti babak pertama. Sandy Walsh pun tidak sering berada di kotak penalti lagi karena ia menjadi satu-satunya gelandang tengah Indonesia ketika Ricky Kambuaya ikut menyerang. Prioritas Sandy Walsh pun berubah menjadi defense first karena tugas Ricky adalah attack first.

Menang Jumlah di Kotak Penalti

Sedari babak pertama, salah satu yang konsisten dari serangan Indonesia di sepertiga akhir yaitu jumlah pemain di kotak penalti. Setidaknya ada 4 pemain yang siap menyambut umpan crossing. Keempatnya terdiri dari 2 striker, 1 winger, 1 gelandang. Selain kedua striker, tidak bisa dipastikan siapa saja yang ada di dalam kotak penalti karena Timnas punya pergerakan yang cair.

Tidak hanya saat build up, di sepertiga akhir pun Timnas tetap mampu berotasi dengan baik. Bahkan saat mengurung pertahanan Brunei, salah satu bek tengah Timnas ikut naik untuk menjadi opsi sirkulasi ataupun agar tidak kalah jumlah. Terkadang, striker pun juga ikut turun ke area tengah untuk menjadi opsi progresi ataupun sirkulasi. Mobilitas Hokky & Dimas Drajad sebagai duet striker dapat dimanfaatkan dengan baik dalam skema menyerang ini.

Set Piece Manjur

Sejak pertandingan ini, kekuatan Timnas dalam situasi set piece adalah salah satu yang patut dicermati. Dalam gol yang dicetak oleh Rizky Ridho, pemain bisa menciptakan situasi menang jumlah 3v2 yang membebaskan Ridho di area tiang dekat. Kemampuan Arhan dalam melepaskan lemparan jauh juga beberapa kali berakhir dengan tendangan ke gawang.

Penutup

Terlepas dari skor akhir dan kualitas lawan, hal yang paling terlihat dari pertandingan ini adalah tentang bagaimana cara Timnas untuk bisa mengurung pertahanan lawan dan pendekatan apa yang dipakai untuk menciptakan peluang.

Pola yang terlihat adalah pada cairnya rotasi pemain di semua fase menyerang, banyaknya jumlah pemain di kotak penalti saat finishing dan manjurnya set piece Timnas.

Lini belakang tidak terlalu banyak menemui rintangan karena Brunei jarang sekali melakukan serangan.

Dari Tepi,

20 Oktober 2025

Key Metrics · per 90

Baca Juga