Data Analysis
Data AnalysisBRI SUPER LEAGUE

Perbandingan Total Passing dan Progressive Pass

Hingga Pekan 14 BRI Liga 1 2023/24

Oleh TepianLapang Editorial
Visualisasi
Perbandingan Total Passing dan Progressive Pass

Menurut definisi Wyscout, progressive pass adalah sebuah passing yang dilepaskan yang dapat mendorong sebuah tim untuk lebih dekat ke gawang lawan.

Sebuah passing disebut progressive jika jarak antara titik awal dan akhir adalah sebagai berikut:

  1. Setidaknya 30 meter lebih dekat ke gawang lawan jika titik awal dan akhir ada di area permainan sendiri
  2. Setidaknya 15 meter lebih dekat ke gawang lawan jika titik awal dan akhir ada di area permainan yang berbeda
  3. Setidaknya 10 meter lebih dekat ke gawang lawan jika titik awal dan akhir ada di area permainan lawan

Mari kita simak performa pemain BRI Liga 1 tentang ini dimulai dari lini pertahanan hingga ke lini depan.

DEFENDER

Agung Mannan (Dewa United) adalah pemain dengan kualitas terbaik untuk dua metrics ini. Ia punya 45.32 passing per 90 dan 5.17 progressive pass per 90. Artinya setidaknya 1 dari 9 umpan Agung Mannan bersifat progresif.

Wahyu Prasetyo dari PSIS Semarang berhasil melepaskan 4.58 progressive pass per 90 dengan total passing 39.37 per 90. Ia pun telah mendapatkan panggilan timnas di dua kesempatan berturut-turut.

Sementara itu, Cleberson Martins (44.81 total pass/90; 4.5 progressive pass/90) berkontribusi aktif untuk Madura United yang membuat mereka bertengger di posisi 2 klasemen sementara.

Rizky Ridho dan Risto Mitrevski adalah dua contoh pemain dengan volume passing yang tinggi dan mampu menghasilkan progressive pass di atas rata-rata. Adanya Risto disini mengindikasikan bahwa Dewa United punya kecenderungan untuk memulai build-up play dari kedua center backnya.

Arif Satria adalah salah satu pemain dengan volume passing yang di bawah rata-rata namun berhasil melepaskan progressive pass yang lumayan tinggi.

MIDFIELDER

Berbeda dengan lini pertahanan yang didominasi pemain lokal, pemain asing di lini tengah lebih dominan dalam perbandingan total passing dan progressive pass.

Dua nama utama adalah Adam Najem (Bhayangkara FC) dan Nikola Kovacevic (Persikabo 1973). Adam Najem melepaskan 44.2 pass/90 dengan 4.21 progressive pass/90 sementara Nikola Kovacevic lebih sedikit melepaskan umpan yaitu 36.3 pass/90 namun dengan progressive pass yang tidak kalah di 4.16 pass/90.

Di tier berikutnya, ada 2 nama dari Arema FC yaitu Achmad Maulana Syarif dan Charles Almeida. Lalu ditemani oleh Ripal Wahyudi dari Persebaya Surabaya. Ada juga Song Ui-yong dari Persebaya dengan volume total pass/90 tertinggi dan masih punya progressive pass di atas rata-rata. Sebuah kombinasi pemain muda dan legiun asing dari Arema FC dan Persebaya.

Jihad Ayoub (PSS Sleman) bisa dikatakan adalah pemain yang cukup efektif dalam melepaskan umpan progresif. Jumlah passingnya di bawah rata-rata (27 pass/90) namun punya umpan progresif yang cukup tinggi (2.42 progessive pass/90). 1 dari 9 umpannya adalah umpan progresif.

ATTACKER

Di edisi penyerang kali ini ada nama Alexis Nehuel Messidoro sang andalan Persis Solo. Alexis unggul jauh dari pemain lain di sisi ini dengan 45.1 total passing/90 dan 4.6 progressive pass/90. Tidak hanya progresif, ia juga produktif soal kontribusi goal/assist. Sejauh ini Alexis sudah menyumbang 3 goal dan 7 assists bagi Laskar Sambernyawa.

Selain Alexis, ada nama Bruno Moreira (Persebaya) dengan 34.5 total passing/90 dan 1.84 progressive pass/90. Bersama Ripal Wahyudi dan Song Ui-yong di lini tengah, trio ini dapat membawa Persebaya bertengger di peringkat 8 klasemen sementara. Ketiganya menyumbang total 10 gol dan 4 assist sejauh ini.

Selain itu ada pula Rizki Hidayat dari Persikabo 1973. Meskipun hanya bermain dengan total 188 menit, mantan pemain RANS Nusantara ini membuktikan bahwa ia dapat efektif melepaskan umpan progresif dengan kehadirannya di lapangan. Ia telah berkontribusi 1 asisst dan 1 gol.

Dendi Santoso (Arema FC) adalah nama lokal lain di lini penyerangan dengan performa apik di metrics ini. Bersama Charles Almeida dan Achmad Maulana Syarif di lini tengah, seharusnya mereka bisa mengangkat performa Arema FC. Sayangnya mungkin konversi peluang di sepertiga terakhir ataupun kemampuan bertahan tidak seperti yang diharapkan.

Abdul Rahman dari RANS Nusantara FC adalah nama yang cukup efektif dalam melepaskan umpang progresif. Ia tidak banyak melepaskan umpan namun punya umpan progresif di atas rata-rata. Punggawa Timnas U-23 ini total bermain 735 menit dan menyumbangkan 1 gol.

Dari Tepi,

10 Oktober 2023

Disclaimer: Hanya pemain dengan total bermain 8 kali baik starter ataupun cadangan dimasukkan dalam hitungan

Sumber data: @lapangbolastats per 4 Oktober 2023