Punya sebuah musim fenomenal tidak berarti tidak ada celah untuk diperbaiki untuk menyongsong musim depan. Beberapa posisi patut mendapatkan upgrade ataupun mempunyai backup yang semestinya.
Pertanyaannya adalah dimana & siapa saja?
Bek Kiri
Alta Ballah memainkan 76% dari total menit yang tersedia sepanjang musim. Baik Nasir maupun Iqbal Al Ghuzat jarang mendapatkan kesempatan bermain dan pada beberapa kesempatan Coach Jan lebih memilih Agung Mannan yang notabene seorang bek tengah untuk menjadi bek kiri.

Dengan 3 asis, sumbangsih ofensif Alta Ballah cukup signifikan yang cukup menjadi simbol betapa ia adalah seorang attacking-minded. Oleh karena itu, aspek defensifnya masih perlu perbaikan seperti dapat dilihat berikut ini. xA, akselerasi dan crossingnya di atas rata-rata.

Jika memang butuh seorang bek sayap yang lebih defensif dan dapat mengimbangi aspek ofensif Alta Ballah, Ricky Fajrin adalah jawabannya.
Aksi defensif Ricky setidaknya ada di atas rata-rata pemain Liga 1 lain. Memang tidak punya akselerasi seperti Alta, namun Ricky Fajrin progressive passes dan % long pass kelas Elite di Liga 1.

Bek Kanan
Setelah sempat cedera di awal musim dan posisinya digantikan oleh Henhen Herdiana, Ady Setiawan adalah pilihan utama Coach Jan di posisi bek kanan. Terbukti ia bermain di hampir 60% dari total menit bermain.
Robi Darwis yang dipinjam dari Persib di putaran kedua bukanlah seorang bek kanan murni.

Seperti yang sudah sempat disebutkan sebelumnya, sisi kanan Dewa United adalah sisi rentan yang sering digunakan lawan untuk mencetak gol. Output defensif Ady Setiawan juga ada di bawah rata-rata meskipun ia Elite dalam xA, Assist & 2nd Assist/3rd Assist. Ady juga banyak melepaskan crossing dan dribble.

Untuk menambal sisi defensif yang kurang, Achmad Syarif dari Arema adalah jawabannya.
Seperti Ricky Fajrin di Bali United, kualitas aksi defensif Achmad Syarif setidaknya di atas rata-rata bek kanan Liga 1. Meskipun tidak banyak melepaskan crossing, Syarif adalah pemain yang piawai dalam progressive passes & carries maupun dribble.

Jika berhasil mendapatkan keduanya, komposisi Ricky Fajrin — Ady Setiawan ataupun Alta Ballah — Achmad Syarif adalah kombinasi yang saling menyeimbangkan sisi sayap Dewa United.
Gelandang Bertahan
Tanpa keraguan, Theo Numberi adalah seorang gelandang potensial. Selain 92% umpan sukses, ia juga melancarkan 50 tekel, 59 interceptions dan 13 clearances musim ini.
Kemampuan passingnya juga tercermin dari Short & Medium Pass % yang ada di Top 1% Liga 1 2023/24. Begitu juga dengan % crossing suksesnya. Perannya untuk sirkulasi bola di lapangan tengah begitu krusial untuk bisa mengalirkan ke duet gelandang serang Dewa yaitu Egy MV dan Ricky Kambuaya.

Hanya saja, aksi defensifnya masih bisa ditingkatkan lagi. Jika tidak bisa secepat itu, lalu siapa yang bisa menggantikannya?
Resky Fandi.
Dengan kemampuan passing dan crossing yang hampir sama, aksi defensif Resky lebih baik dari Theo. Ia bisa menyediakan perisai yang kuat namun fleksibel di depan barisan pertahanan Dewa United.

Striker
Alex Ferreira mencetak 36% dari gol Dewa United musim ini. Bukan striker lain, tetapi malah Egy Maulana Vikri yang menjadi top scorer kedua di Dewa United.
Di musim ini, Septian Bagaskara hanya mampu menyarangkan 2 gol dari 6/15 tembakan ke gawang. Kedua golnya pun berasal dari skema serangan balik.
Septian sangat kuat di udara, punya passing akurat dan % dribble sukses dalam golongan Elite. Hanya saja, end product darinya masih perlu banyak pengembangan.

Dengan jumlah shots, npxG dan Non-Pen Goals yang lebih baik dari Septian namun masih di bawah Alex adalah Eksel Runtukahu yg dapat digunakan sebagai backup Alex Ferreira.
Berbeda tipe dengan Septian, Eksel adalah pemain yang tidak terlalu banyak mengandalkan duel udara ataupun dribble. Ia adalah pemain yang mengandalkan passing untuk akhirnya mendapatkan peluang mencetak gol. Cocok untuk mendobrak lini depan ketika macet.

Marquee Signing
Lini tengah Dewa United sebenarnya cukup lengkap. Dengan Theo Numberi di depan duet bek tengah, Dewa punya sirkulasi bola yang lancar meskipun sedikit rentan saat diserang. Adanya Ricky Kambuaya sebagai box-to-box midfielder juga membantu aspek defensif Theo. Tak hanya itu, kemampuan Ricky dalam membawa bola hingga akhirnya mendapatkan peluang menembak termasuk salah satu “Elite” di Liga 1 2023/24. Belum lagi dengan Kolovos yang punya output passing sedikit lebih baik dari Ricky Kambuaya.
Namun, jika diberi kesempatan, menggaet Jaja dari Madura United adalah sebuah kesempatan yang haram dilewatkan Dewa United.
Jaja adalah pemain yang komplit dalam aksi defensif maupun kemampuan passing dalam menciptakan peluang. Dengan ditambahnya kuota 8 pemain asing dalam 1 tim, ia bisa turun bersama Kolovos & Ricky ataupun menggantikan Kolovos. Ini akan memperkuat Dewa United secara defensif maupun ofensif.

Beberapa hal butuh diperbaiki untuk bisa mengejar posisi yang lebih tinggi di musim depan. Dengan pemain-pemain kunci yang diharapkan untuk tetap di Dewa, tambahan pemain-pemain yang telah disebutkan dapat melontarkan Dewa menjadi kandidat juara musim depan.
Dari Tepi,
10 Juni 2024
