Sudah hampir sebulan sejak Pasukan Tangsel Warriors menyudahi kiprahnya di BRI Liga 1 2023/24. Setelah finish di posisi ke-17 di musim sebelumnya, kali ini Dewa United tampil menggebrak dengan bertengger di peringkat 5 dengan selisih 1 poin saja untuk lolos ke Championship Series.
“Pertunjukan Mental” adalah frase yang pas untuk merekam perjalanan Dewa United musim ini.
Peringkat di Klasemen

Secara garis besar, Dewa United sering berkutat di papan tengah (peringkat 7–12) setelah sempat mendobrak di 5 pertandingan awal. Lalu di 5 pertandingan terakhir, posisinya menguntit ketat papan atas untuk menuju Championship Series. Hasil di 10 laga terakhir adalah kunci bagi Dewa United untuk merangsek ke papan atas. Jika dibedah lagi, ada setidaknya 4 fase berbeda seperti di bawah ini.

- Fase 1: pekan ke 1–8
- Fase 2: pekan ke 9–14
- Fase 3: pekan ke 15–25
- Fase 4: pekan ke 26–34
Pola di fase 1 hingga 3 cukup mirip yaitu naik mendobrak lalu jatuh bebas. Pembeda dari 3 bagian tersebut ada di magnitudo jatuhnya. Fase 2 dan 3 tidak seburuk fase 1 ketika bisa menjadi runner up klasemen di pekan ke-2 lalu turun jauh ke peringkat 11 di pekan ke-8.

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 3 kekalahan yang diterima di fase 1 membuat Dewa United terjerembab di klasemen. Begitu pula di fase ke-3, untungnya tim-tim lain juga mengalami penurunan performa yang sama sehingga posisi tidak jatuh terlalu jauh. Di fase ke-4, 3 poin tampak selalu ada di genggaman dengan presentase kemenangan hampir 80%.

Beberapa poin menarik dari tabel di atas adalah:
- Di fase 1, Dewa United banyak mendominasi penguasaan bola dan melepaskan rata-rata umpan sukses tertinggi namun justru disitu posisi di klasemen jatuh bebas meskipun liga baru berjalan sebentar (~25%)
- Di fase 2, rata-rata penguasaan bola, umpan sukses dan total umpan adalah yang tertinggi dibandingkan dengan periode lain.
- Di fase 3 ini, permainan Dewa United inkonsisten dengan hampir semua variabel ada di titik terendah
- Fase 4 adalah tentang titik balik. Menang 7 kali dalam rentang waktu tersebut dan Dewa United menjadi lebih klinis (48% tembakan ke gawang) dan punya volume tertinggi (7.4 tembakan ke gawang, 15.4 total tembakan). Hasilnya, rerata gol di fase 4 adalah yang tertinggi di antara semuanya (3.1).
Bukti Pertandingan
Dalam 5 pertandingan terakhir, Dewa United “comeback” 3 kali saat melawan Persita, PSS dan juga Madura United. Yang paling memorable tentu saja saat melawan Madura United. Di laga yang menentukan keberlangsungan harapan untuk ke Championship Series, skor 2–0 untuk Madura United hingga menit ke-85. Tersisa 5 menit di waktu normal, namun Dewa terus menyerang dengan sabar tanpa tergesa-gesa umpan lambung ke depan. Hingga akhirnya di menit ke-87, Egy Maulana Vikri mampu melepaskan tendangan placing ke pojok kanan gawang Madura United. Sebuah perlambang kekuatan mental pemain berusia 23 tahun tersebut. Bukan power, namun placement. Beberapa menit kemudian di masa injury time, Alex Ferreira juga mampu menceploskan bola di sisi yang sama untuk menyamakan kedudukan.

Sebuah perjalanan yang mengesankan yang dipenuhi dengan naik turun. Pada akhirnya ini adalah tentang kekuatan mental dan Dewa United menunjukkan itu.
Dari Tepi,
27 Mei 2024
