Team
TeamLIGA NUSANTARADejan FCTactical Deep Dive

Resep Dejan

Secara taktikal, apa rahasia sukses Dejan saat mengarungi Liga Nusantara 2025/26?

Oleh TepianLapang Editorial21 Mar 20264 min read
Resep Dejan

Kurang afdal rasanya jika tidak membahas bagaimana permainan Dejan secara menyeluruh. Dengan dominasi yang sangat jelas terlihat, apa resepnya?

Formasi Dasar

Dejan bermain dengan formasi dasar 1-4-3-3 dengan atau tanpa bola. Dalam skema 4 bek sejajar, kedua bek tengah punya akurasi umpan lambung yang baik. Mereka sering melepaskan umpan lambung ke depan untuk melewati blok pressing lawan.

Tiga gelandang di tengah terdiri dari 2 gelandang bertahan dan 1 gelandang serang. Kedua gelandang bertahan ikut dalam fase build up sementara 1 gelandang serang ada di lini serang bersama striker dan kedua winger. Striker Dejan berfungsi sebagai pemantul di depan.

Saat bertahan, Dejan selalu menggunakan pressing tinggi dengan struktur 1-4-3-3 yang bisa dimodifikasi menjadi 1-4-4-2 diamond.

Fase Build Up

Tujuan utama build up Dejan adalah untuk mengakses sisi sayap. Baik lewat umpan-umpan pendek ataupun umpan lambung.

Kedua bek sayap dengan dengan garis tepi lapangan dalam struktur 4-2 untuk memberikan kelebaran dan melonggarkan pertahanan lawan. Ketika lawan memulai pressing, umpan lambung akan dilepaskan kepada striker pemantul di depan. Sayap yang berdekatan dengan striker akan bereaksi dengan bergerak ke ruang kosong di belakang lini. Selain itu, mereka pun beberapa kali melakukan variasi dengan melakukan umpan terobosan ke koridor sayap.

Finishing

Apa yang Dejan lakukan setelah berhasil masuk di koridor sayap?

Keempat pemain Dejan di lini depan melakukan umpan kombinasi untuk menciptakan peluang. Selain Donald Bissa sebagai targetman, pemain lain punya pergerakan yang cair di sepertiga akhir. Ini membingungkan pemain bertahan lawan tapi memberikan keuntungan untuk Dejan.

Dejan sering kali menang jumlah di sisi sayap dalam sepertiga akhir. Ini yang memungkinkan mereka masuk ke sepertiga akhir lawan dengan nyaman dan bisa melakukan overlap.

Overlap dilakukan oleh kedua bek sayap. Setelah bola diterima oleh lini serang, dua bek sayap yang sudah melebar dan relatif tinggi akan ikut maju untuk memberikan opsi umpan dan melepaskan crossing.

Transisi Bertahan

Saat kehilangan bola, tidak ada counter pressing agresif dari Dejan. Semua pemainnya kembali ke posisi bertahan asal dengan sangat rapat. Ini baik untuk menutup area di tengah tapi membuka celah di kedua sayap.

Tingginya garis pertahanan Dejan juga membuka ruang di belakang lini pertahanan. Ini beberapa kali dieksploitasi lewat umpan-umpan terobosan dari sisi sayap oleh lawannya.

Defense

Dalam situasi bertahan normal, Dejan punya blok medium atau tinggi untuk mengganggu proses build up lawan. Dejan jarang melakukan man-to-man marking tapi lebih untuk menjaga zona atau area. Ketika ada lawan yang turun untuk menjemput bola di ruang antar lini, baru pemain terdekatnya akan bereaksi dengan mengikuti pergerakan lawan dan mencoba merebut bola sedini mungkin.

Bola Kedua

Meskipun agresif dalam duel, para pemain Dejan sering kalah dan membuat mereka kehilangan bola kedua.

Klip di atas menunjukkan betapa pentingnya untuk memenangkan bola kedua di area sendiri. Sesuatu yang sering jadi titik lemah Dejan. Ini sering terjadi karena clearance yang kurang sempurna. Setelahnya, lawan bisa melepaskan umpan ataupun tembakan berbahaya.

Transisi Menyerang

Saat melakukan serangan balik, skema Dejan masih sama. Dengan 4 pemain depan, mereka masuk lewat sayap untuk mencari Donald Bissa sebagai target man.

Bukan hanya sebagai finisher, Donald Bissa juga bertugas sebagai pemantul dalam serangan balik. Lagi-lagi ini dilakukan agar celah di sayap bisa dieksploitasi oleh para winger Dejan.

Attacking Set Piece

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya di sini, taktik tendangan sudut Dejan mirip dengan RC Lens di Ligue 1. Skema outswing dengan 6 pemain di kotak penalti dan 1 pemain menjaga bola kedua di luar kotak. Satu pemain di tiang dekat untuk menarik lawan, 5 pemain lainnya terbagi menjadi dua grup. Dua pemain juga ke tiang dekat, satu pemain ke area tengah dan dua lainnya ke tiang jauh.

Saat tendangan bebas, Dejan sering melepaskan tembakan langsung ke gawang dengan bola melengkung ke dalam (inswing). Di banyak kesempatan, tembakan eksekutor Dejan bisa setidaknya mengeluarkan tembakan on target.

Defending Set Piece

Dejan selalu menggunakan mixed defense yaitu kombinasi man-to-man marking dan zonal marking. Dalam situasi corner kick, tiga pemain menjaga zona dengan 2 pemain di tiang dekat dan 1 pemain di area tengah. Enam pemain sisanya menjaga lawan dengan man-to-man. Sayangnya, tidak ada pemain yang menjaga bola kedua di luar kotak penalti.

Saat tendangan bebas, tidak ada yang menjaga area. Semua pemain melakukan man-to-man marking menyesuaikan jumlah pemain lawan di kotak penalti. Isu yang sama muncul yaitu tidak ada pemain yang menjaga bola kedua di luar kotak.

Penutup

Taktik Dejan mungkin terlihat sederhana tapi eksekusinya dilakukan dengan brilian. Tentu ada beberapa kelemahan yang terlihat seperti dalam aspek duel dan bola kedua. Namun, kelemahan tersebut bisa ditutupi dengan sisi ofensif yang luar biasa. Tapi setidaknya, itu semua lebih dari cukup untuk menjadi salah satu yang terbaik di Liga Nusantara musim 2025/26.

Dari Tepi,

21 Maret 2026

Baca Juga